Sabtu, 04 Mei 2013

Siapa Dia?



dan ketika sinar itu datang,
aku hanya terdiam dalam gelap
melihat dari celah kecil di ruang hampa
"tolong..tolong adakah orang di luar sana?
suara payau dari hati yang tak berdaya
"bisakah kau mengeluarkan ku dari sini?
menangis merintih, tak brdaya
hinggga saatnya pintu terbuka
aku pun keluar, 
satu langkah dari pintu itu aku terdiam
"siapakah gerangan yang telah membukakan pintu ini?"
tak ada yang menjawab
"terima kasih"
tak ada juga yang menjawab
hingga akhirnya
"aku hanya membuka satu pintu dari rumah ini, kau harus membuka pintu lain dengan usahamu sendiri."
aku terduduk lemas,
bahagia dan lemah tercampur jadi satu
walau banyak pintu yang harus ku buka,
aku kan berusaha!!



 tolong jangan di ambil percuma ya... :)

Hidup itu Indah



saat matahari bersinar terang
aku temukan hidupku
hidup yang penuh warna
hidup yang penuh dengan cahaya
dan saat matahari itu tenggelam
aku merasa sedih,sedih bila esok
aku tak bisa melihat
merasakan hangatnya sinar itu
tapi ketika malam menjelang'
ku menengadah ke langit
rupanya ada sang bulan tersenyum
menerangi malam ku yang gelap
aku terduduk di gerbang penantian
di temani cahaya bulan
dinginnya angin malam menusuk tulang
hingga tengah malam
aku terdiam,,,,
sampai saat fajar tiba
ku tatap ufuk timur
ku lihat bias merah merona
ku tersenyum gembira
masih ku di beri kesempatan

Curhatan


Ya Allah maaf kan semua kesalahan hamba
Disini hamba mencari cinta yang mungkin akan menyakiti hamba
Membuat air mata jatuh bukan karena ingat dosa
Air mata yang sakit karena rasa itu
Tapi bukankah ini rasa yang Engkau anugrahkan pada setiap manusia?
Apa yang harus hamba lakukan?
Apa hamba harus diam saja untuk masalah ini?
Apa hamba harus berdiri di depan gerbang penantian
Bila memang itu yang harus hamba lakukan
hamba akan melakukannya
hamba hanya bisa berdoa dan berharap di gerbang penantian ini
hamba akan mennunggu dan terus menunggu..
menunggu hal termanis yang akan Engkau anugrahkan padaku..

Tak pernah kah kau tahu




Tak pernah kah kau tahu
Aku pernah mencintamu
Tak Pernahkah kau tahu
Pernah aku menaruh namamu
Di setiap sudut hatiku
Sampai pada akhirnya aku tak bisa nmencinta orang lain
Kau pun tak pernah tahu
Kau tahu sungguh sangat menyakitkan
Ketika ku ingin pergi, ketika ku ingin lepas,
Ini seperrti aku berusaha memecahkan pecahan kaca
Dan melemparnya sekuat tenaga
Kaca itu pecah , darah pun bercucuran
Perih dan sakit…
Bahkan sakitnya lebih dari itu

Biarlah



Pergilah kau ke tujuanmu semula
Jalanlah kau pada jalanmu.
Teruskan saja
Jangan melihat kebelakang,
Apalagi berhenti hanya untuk menemuiku.
Jangan pernah lakukan itu jika terpaksa,
Walaupun tak terpaksa juga jangan lakukan itu.
Biarlah aku yang mengikutimu.
Biarlah aku menunggumu dalam diam.
Biarlah aku yang terus merasa sakit disini.
Biarlah……